PENGELOLAAN LEMBAGA NON PROFIT SEBAGAI BENTUK PERLUASAN MAKNA ADMINISTRASI PUBLIK

 

(STUDI KASUS SEKOLAH PASAR RAKYAT)

 

Pendahuluan

Kotor, kumuh, berantakan, tidak terurus, serta berbagai macam image buruk lainnya melekat pada pasar tradisional. Image tersebut muncul akibat praktek pengelolaan pasar tradisional yang belum jelas. Antar lembaga saling lempar tanggung jawab baik perwakilan dari pedagang, UPT Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, maupun pihak lain yang berkepentingan. Mindset pedagang sebagai pelaku pasar pun jauh tertinggal dan tidak bisa diharapkan mengubah image tersebut. Melihat permasalahan tersebut, Awan Santosa menginisiasi sebuah gerakan pemberdayaan pelaku pasar untuk memajukan pasar tradisional.

Bermodalkan pengetahuan sebagai dosen ekonomi berbasis kerakyatan, Awan Santosa menghimpun pihak-pihak yang tertarik dalam gerakan tersebut. Bersama dengan teman-temannya beliau kemudian membentuk kerjasama dengan Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan dan Mubyarto Institute. Tidak hanya itu, open recruitmen sebagai sukarelawan pun dibuka. Tak disangka, gerakan pemberdayaan yang dinamai Sekolah Pasar Rakyat itu mendapatkan 50 orang sukarelawan dari berbagai latar belakang terutama mahasiswa dan pemuda (Pustek, 2015).

Sekolah Pasar Rakyat dilakukan di Pasar Kranggan pada tahun 2012. Pemilihan Pasar kranggan karena pasar ini merupakan salah satu pasar besar yang berada di wilayah yogyakarta. Pasar ini juga memiliki image buruk. Peran pemerintah juga dirasa kurang dalam pengelolaanya.

Konsep yang ditawarkan dalam sekolah pasar rakyat ini  adalah memberikan pendidikan kepada pelaku pasar terutama pedagang pasar. Namun tidak menutup kemungkinan bagi pemasok barang, pengecer, konsumen,  pengelola pasar, pegawai pemerintah, maupun masyarakat umum untuk mengikutinya. Para pelaku pasar tersebut kemudian mendapatkan beberapa bentuk pendidikan seperti yang tertuang dalam website mereka sebagai berikut :

“Pembelajaran dilakukan dengan kombinasi model klasikal, diskusi interaktif, observasi lapangan, simulasi, tutorial dan berbagai variasi model lainnya yang diusahakan agar peserta tidak mengalami kebosanan.” (Pustek,2015)

Tenaga pengajar sekolah pasar rakyat berasal dari berbagai latar belakang seperti  akademisi (dosen, mahasiswa, dan peneliti), aktivis LSM, teknokrat, pegiat koperasi pasar, termasuk dari berbagai unsur di dalam pasar tradisional itu sendiri. Sebagai perintis awal adalah tenaga pengajar dari DesaMart, Pusat Studi Kewirausahaan UMB Jogja, Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM (Pustek), dan Mubyarto Institute. Sedangkan untuk panitia sekolah pasar rakyat itu sendiri diisi oleh sukarelawan.

Beberapa jenis kegiatan dilakukan oleh Sekolah Pasar Rakyatdiantaranya kelas pasar, klinik pasar, dan pendidikan konsumen. Kelas Pasar adalah pertemuan rutin setiap dua mingguan. Di dalam kelas pasar inilah pedagang dan koperasi melakukan diskusi bersama. Pada kegiatan klinik pasar, Sekolah Pasar Rakyat melakukan pendampingan langsung pada pedagang dan koperasi untuk bersama-sama memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh pedagang dan koperasi. Pendidikan Konsumen adalah program kampanye kepada masyarakat luas agar tidak meninggalkan pasar rakyat melalui website, buletin, dan media sosial seperti facebook dan twitter.

Dari sisi pendanaan, pada awalnya sekolah pasar rakyat sama sekali tidak menggunakan dana yang besar. Diskusi dilakukan di pasar itu sendiri, ruang pengelola pasar, atau ruang Pustek dan Mubyarto Institute sehingga gratis. Tenaga pengajar dan sukarelawan sama sekali tidak digaji karena sekolah pasar rakyatberbentuk gerakan sosial. Sedangkan untuk biaya konsumsi mereka menggunakan donasi seadanya, bahkan para pedagang ikut menyediakan atas dasar sukarela.  Namun baik tenaga pengajar maupun sukarelawan bukan berarti tidak mendapat manfaat. Mereka mendapatkan pengetahuan baru dari pasar secara langsung, mendapatkan jaringan pasar, serta dapat mempraktekan ilmu yang dimiliki.

Pada Mei 2012 sekolah pasar rakyat mendapat undangan untuk bertemu dengan Dr. Bayu Krisnamurthi (Wakil Menteri Perdagangan RI). Undangan tersebut dikirim setelah Kementrian Perdagangan mendengar berita tentang pelaksanaan Sekolah Pasar Rakyat di Pasar Kranggan yang telah berjalan beberapa bulan. Pada pertemuan tersebut sekolah pasar rakyat diminta untuk memaparkan programnya. Hasil pertemuan tersebut adalah Sekolah Pasar Rakyat mendapat amanat untuk membuka Sekolah Pasar Rakyat di dua pasar yakni Pasar Cokrokembang di Kabupaten Klaten dan Pasar Grabag di Kabupaten Purworejo yang keduanya berada di Propinsi Jawa Tengah.

 

Perluasan makna administrasi publik menurut Koppel

Menurut Koppel (2010) Makna administrasi publik berdasarkan teori terdahulu memiliki batasan-batasan. Namun untuk memahami praktek yang terjadi sekarang ini, para akademisi diharapkan mencoba untuk melewati batasan tersebut. Setidaknya terdapat 3 kunci yang menjadi fokus administrasi publik baru yaitu munculnya lembaga campuran dan non pemerintah yang ikut mengelola kebijakan publik, peran mekanisme pasar, serta tuntutan kesepakatan global.

Selain ketiga kunci di atas, Koppel (2010) juga menjelaskan ada 2 unsur yang menjadi pengembangan makna administrasi publik yaitu :

  1. Collective good

Setiap organisasi memiliki unsur kepublikan namun berbeda kadarnya. Organisasi yang melayani barang umum lebih publik dari yang melayani barang individu. Lembaga yang mengurusi pengungsi lebih publik dibanding perusahaan coca cola. Organisasi yang memiliki profit oriented kurang publik dibanding organisasi yang menyediakan layanan umum.

  1. Civic interest

Publiknes lebih dari sekedar masalah umum namun berorientasi pada kewarganegaraan. Contohnya adalah perusahaan yang menjual barang barang lebih rendah kepublikannya daripada perusahaan yang mempengaruhi voting serta hak warga negara lainnya.

Dari pendapat yang dikemukakan Koppel di atas, lembaga non pemerintah menjadi kunci yang menghubungkan sekolah pasar rakyat dengan administrasi publik. Sekolah Pasar Rakyat berusaha memberikan pendidikan dan pemberdayaan para pelaku pasar tanpa berorientasi pada profit. Gerakan tersebut dibuat atas dasar semangat untuk mengubah pengelolaan pasar dan mindset pelaku pasar.

Salah satu alasan munculnya gerakan sekolah pasar rakyat disebabkan kesemrawutan  pasar. Tidak ada upaya-upaya untuk merubah image pasar menjadi lebih baik. Konsumen pada akhirnya berpindah menuju pasar swalayan. Padahal masih banyak masyarakat indonesia terutama kelas bawah yang menggantungkan kehidupannya pada pasar tradisional.

Upaya-upaya pengelolaan pasar sudah semestinya dilakukan oleh pemerintah. Selain karena pasar sebagai tempat publik, Unit Pelaksana Teknis ditiap pasar telah dibentuk. Namun karena minimnya peran pemerintah bahkan dirasa tidak hadir, munculah organisasi non pemerintah seperti sekolah pasar rakyat. Perlu diingat bahwa sekolah pasar rakyat merupakan join program antara beberapa lembaga, bukan berada di bawah birokrasi tertentu.

Berdasarkan unsur civic interes, sekolah pasar rakyat juga merupakan organisasi yang memiliki unsur publiknes.  Hal ini terlihat dari usaha mereka untuk mengedukasi para pelaku pasar. Pendidikan dan informasi mengenai pasar sebagai tempat publik merupakan peran pemerintah. Namun karena pemerintah tidak efektif dalam mencapai tujuan tersebut, sekolah pasar rakyat menjadi lembaga yang mengisi kekosongan peran pemerintah.

Berdasar unsur collective goods, organisasi yang menyediakan barang non visible (tidak terlihat) lebih publik daripada organisasi yang menyediakan barang visible. Sekolah pasar rakyat melayani kepentingan pelaku pasar dengan cara memberikan pendidikan. Karena pendidikan merupakan bentuk barang non visible maka sekolah pasar rakyat dinilai organisasi yang lebih publik dibandingkan pemerintah yang menyediakan lahan pasar (barang visible).

 

Administrasi publik baru menurut Ringeling

Menurut Gisprud et al  dalam Ringeling (2015) setidaknya terdapat 4 makna publik yaitu :

  1. Tempat fisik seperti jalan, taman, yang terbuka untuk semua orang.
  2. Katagori sosial publik seperti konstruksi sosial, kegiatan publik, dan sekumpulan warga negara.
  3. Semua yang terkait dengan pemerintahan atau yang tidak dilakukan swasta.
  4. Kumpulan dari beberapa pandangan individu seperti opini publik dan wacana publik.

Dari penjelasan Gisprud di atas diketahui bahwa terdapat banyak makna publik. dalam perkembangannya muncul public domain, public realm, public, sphere, public sector, dan public interest. Kata publik dalam setiap konteks menyiratkan kepentingan bersama citizenship. Walaupun begitu menurut Pesch dalam Ringeling (2015) makna publik memiliki konsep yang tidak jelas. Makna pertama publik sebagai individualistik dan yang kedua sebagai organik. Kedua makna publik menurut Pesch muncul dalam publik sphere versi jerman yang disebut offenlichkeit. Offenlichkeit yang dimaksud adalah ruang dan komunikasi untuk membahas kepentingan umum yang berakhir di pembuatan kebijakan berdasar opini publik.

Dari kategori yang disebutkan Gisprud, Sekolah Pasar Rakyat merupakan defenisi yang ke-2. Sekolah Pasar Rakyat merupakan kegiatan publik yang dilakukan oleh organisasi sosial. Organisasi sosial dalam konteks ini adalah panitia sekolah pasar pasar rakyat yang berasal dari sukarelawan. Sedangkan lokus dari Sekolah Pasar Rakyat adalah pasar yang juga merupakan defenisi nomer 1.

Menurut Appleby dalam Ringeling (2015) organisasi publik muncul untuk mengelola dan melayani publik interest (keinginan publik). Dengan dasar tersebut Appleby membedakan antara organisasi publik dan publik interest. Organisasi publik sebagai pelaku sedangkan publik interes sebagai tujuan atau goalnya. Untuk melayani publik interest, organisasi publik digolongkan menjadi publik dan privat. Privat mengejar keuntungan sedangkan publik melayani seluruh masyarakat.

Publik interest yang dikemukakan oleh Appleby di atas juga memiliki keterkaitan dengan Sekolah Pasar Rakyat. Tujuan umum dari Sekolah Pasar Rakyat adalah memperbaiki pengelolaan pasar serta mengubah mindset pelaku pasar. Tujuan tersebut merupakan tujuan sosial dalam rangka memperbaiki pengelolaan pasar. Dengan meningkatknya pengelolaan pasar, berbagai pihak akan diuntungan. Yang pertama tentu pedagang itu sendiri, konsumen, serta pemerintah. Oleh karena itu tujuan sekolah pasar rakyat dapat digolongkan sebagai publik interest. Selain itu Sekolah Pasar Rakyat tidak berorientasi pada profit sehingga termasuk organisasi publik.

Kesimpulan 

Teori administrasi lama tidak lagi dapat menjelaskan fenomena yang terjadi saat ini. Salah satunya adalah munculnya lembaga campuran dan non pemerintah yang ikut mengelola kebijakan publik. Sebagai contoh Sekolah Pasar Rakyat merupakan salah satu bentuk dari perluasan makna administrasi publik yang baru. Karakteristik organisasi yang menjalankan sekolah pasar rakyat seperti organisasi non pemerintah serta tidak berorientasi pada profit menjadi buktinya. Selain itu sekolah pasar rakyat juga menggantikan peran pemerintah dalam menyediakan pendidikan bagi para pelaku pasar. Pendidikan merupakan barang yang tidak terlihat sesuai dengan karakteristik administrasi publik yang baru menurut Koppel (2010).

 

Daftar Pustaka

Koppel, Jonathan GS. 2010. Administration Without Border. Public Administration Review. Volume 70, Issue 1, Pages s46-s55.

Pustek. 2015. Tentang Sekolah Pasar. http://ekonomikerakyatan.ugm.ac.id/program/sekolah-pasar/. Diakses tanggal 2 Januari 2015.

Ringeling, Arthur. 2015. How public is public administration? A constitutional approach of publicness. Teaching Public Administration. Volume 33 (3) Pages 292-312.

Wibowo, Ari Istianto. Satu Tahun Sekolah Pasar Rakyat di Pasar Cokrokembang Klaten dan Pasar Grabag Purworejo. http://www.sekolahpasar.org/556/#more-556. Diakses tanggal 2 Januari 2015.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s